Translate

Sabtu, 04 Agustus 2012

Oops…Gara-gara Wortel, Pria Ini Ceraikan Istri

Oops…Gara-gara Wortel, Pria Ini Ceraikan Istri:
Ilustrasi
Ilustrasi
RAMALLAH - Setiap pasangan yang hendak berpisah tentu memiliki alasan masing-masing. Namun di Palestina seorang pria dilaporkan menceraikan istrinya hanya karena persoalan sepele.
Pria yang tidak disebutkan identitasnya itu dilaporkan menceraikan sang istri karena perempuan yang dinikahinya itu lupa menambahkan wortel di hidangan kacang polong favoritnya. Kejadian ini sendiri terjadi pada awal Ramadhan lalu. Demikian seperti dilansir Emirates247, Minggu (29/7/2012).
Kisah ini diawali ketika pria itu tiba dirumah sesaat sebelum waktunya berbuka puasa. Pria itu langsung menuju ke dapur untuk memeriksa masakan yang akan disajikan oleh sang istri.
Ketika ia mengangkat tutup panci ia tidak menemukan adanya potongan wortel yang dicampurkan dengan kacang polong. Pria ini pun langsung memanggil sang istri untuk menanyakan hal tersebut.
Sang istri mengaku ia lupa menambahkan wortel. Pria ini pun langsung menceraikan istrinya beberapa menit sebelum ia berbuka puasa.
Sumber :http://www.okezone.com/

Simbol Dajjal Kuasai Pembukaan Olimpiade 2012

Simbol Dajjal Kuasai Pembukaan Olimpiade 2012:
Simbol Dajjal Kuasai Pembukaan Olimpiade 2012
Upacara pembukaan Olimpiade 2012 di Olympic Park, London, Sabtu (28/7) dini hari WIB. (Matt Dunham/AP)
REPUBLIKA.CO.ID, LONDON — Bagi para penikmat teori konspirasi, kemeriahan upacara pembukaan Olimpiade London 2012 yang berlangsung Jumat (27/7) malam waktu setempat, bisa dibilang sebagai ajang pamer lambang Zionisme, Iluminate, Satanisme. Bagaimana tidak, simbol-simbol Dajjal bertebaran dalam upacara yang berlangsung selama tiga jam tersebut.
Apakah Anda perhatikan bentuk Olympic Stadium, tempat berlangsungnya upacara pembukaan tersebut. Di atas podium stadiun tersebut ada lampu berbentuk piramida. Menariknya, posisi lampunya adalah di segitiga kecil di puncak piramida tersebut. Lambang ini sudah ada di uang satu dollar AS yang sejak lama dipercaya sebagai piramida terpenggal atau unfinish pyramid dimana di atas piramid tak sempurna itu terdapat ‘Eye of Horus’ atau mata Dajjal yang selalu memperhatikan.
Upacara itu juga menyajikan tarian yang melibatkan ribuan penari. Uniknya, tarian tersebut mirip dengan tarian Dewa Ra atau Dewa Matahari, Tuhannya kaum pagan. Dan di tengah-tengah adegan menari, ada adegan dimana dua pemuda dan pemudi yang sedang dimabuk cinta, dan tanpa malu-malu mereka berciuman yang disambut sorakan para penari lainnya. Adegan ini dinilai sebagai provokasi penghalalan ‘seks bebas’.
Tak hanya tarian dan siluet Dewa Ra yang dipamerkan, upacara itu juga didominasi warna biru (warna yang identik dengan kaum Liberal). Selain itu ada juga bukit buatan ‘mageddon’ atau bisa disebut sebagai bukit armagedon (perang akhir zaman).
Dan ini yang menarik, keberadaan Pohon Ghorqod, pohon yang dikenal sebagai ‘Pohon Yahudi’, di tengah-tengah lapangan stadion. Pohon yang memiliki nama latin Nitraria Retusa itu dipercaya bangsa Yahudi bakal menyelamatkan mereka dari kejaran kaum muslim di perang akhir zaman. Pasalnya, dalam satu riwayat diterangkan, ketika perang akhir zaman (armagedon), umat Yahudi tidak memiliki tempat bersembunyi, kecuali di balik Pohon Ghorqod.
Bukit Armagedon dan Pohon Ghorqod disempurnakan ketika Api Kaldron dinyalakan di tengah-tengah stadion, kali pertama sepanjang perhelatan Olimpiade, Api Kaldron dinyalakan di tengah lapangan stadion, bukan di pinggir lapangan stadion. Lambang piramida kembali muncul pada obor Olimpiade yang memang berbentuk segitiga. Anehnya, penyulut obor dimulai 55 hari di Stonehenge, tempat ritual kaum pagan.
Jika diperhatikan dari udara, api tersebut bakal melambangkan mata horus atau mata Dewa Ra. Dan bila ditelisik lebih jauh, pidato pembukaan di atas bukit Mageddon menandakan, ‘seolah-olah’ akan ada ‘pemimpin bijak’ untuk kaum Yahudi yang bicara dari bukit itu kelak. Siapa lagi jika bukan Dajjal. (baca:Olimpiade 2012 Pameran Simbol-simbol Dajjal).
Uniknya, entah sengaja atau tidak, upacara pembukaan tersebut berakhir Sabtu (28/7) tepat pukul 00.00 waktu London. Sabtu atau Sabath adalah hari suci bagi umat Yahudi.
Pembukaan itu pun menjadi panggung sebagai kaum konspirasi menyiapkan ‘The New World Order’ (tatanan dunia baru) dimana kaum Yahudi ingin menjadikan kaum di luar bangsa Yahudi sebagai budak. Wallahu A’lamBishawab.

Olimpiade 2012 Pameran Simbol-simbol Dajjal

Olimpiade 2012 Pameran Simbol-simbol Dajjal:
Olimpiade 2012 Pameran Simbol-simbol Dajjal
Maskot Olimpiade 2012
REPUBLIKA.CO.ID, LONDON — Olimpiade London 2012 bisa dibilang sebagai sebuah teori konspirasi terbesar di ajang olahraga internasional. Pasalnya, Olimpiade musim panas tahun ini bertabur simbol-simbol Dajjal yang selalu dipamerkan para penyembah Lucifer dan pasukan Dajjal, Illuminati atau Kabbalist.
Keberadaan pasukan Dajjal di belakang Olimpiade London 2012 membuat besar kemungkinanOperation False Flag seperti kasus 11 September 2001. Dan pembukaan Olimpiade London 2012 yang digelar Sabtu (28/7) boleh jadi adalah puncak upacara ‘penyambutan’ Dajjal oleh para pasukannya, lantaran banyaknya simbol-simbol Zionisme, Iluminati, Satanisme, dan ‘si Mata Satu’ yang dipamerkan.
Anda tak percaya? oke kita telisik satu persatu.
Kita mulai dari logo dan lambang Olimpiade London 2012. Coba perhatian tulisan ’2012′. Jika diutak-atik, tulisan tersebut tidak utuh ’2012′ yang menandakan tahun berlangsungnya Olimpiade London, tapi jika diperhatikan seksama dan disusun bakal menjadi tulisan ‘ZION’. Tanda titik di antara angka-angka tersebut semakin memperjelas, titik tersebut adalah titik untuk huruf ‘i’ pada kata ‘zion’.
Simbol Iluminati tidak hanya itu. Contoh terbesar dan ternyata adalah dua maskot Olimpiade London 2012, Wenlock dan Mandeville yang memiliki mata satu, simbol utama Dajjal. Uniknya, jika nama kedua maskot itu dipenggal, bakal menghasilkan; ‘Wenlock = we unlock’ (kami membebaskan), dan ‘Mandeville = man devil’ (Iblis dari kalangan manusia) yang jika diartikan bakal bermuara kepada Ad-Dajjal. So, bila kedua nama maskot disatukan bakal menjadi ‘Kami Membebaskan Dajjal’.
Dalam sebuah hadits Tamim Ad-Dari disebutkan, Dajjal berada di sebuah pulau dalam keadaan terbelanggu tangan dan kakinya. Ia menunggu untuk dilepaskan. Dan uniknya, menurut Syaikh Imran Hossein, pulau yang dimaksud adalah Inggris.
Namun, panitia Olimpiade London 2012 berkilah, Wenlock dan Mandeville tidak ada hubungannya dengan simbol Dajjal. Menurut mereka, kedua maskot itu melambangkan dua daerah yang berada di Inggris, yaitu Shropshire dan Buckinghamshire. Kata ‘Wenlock’ diambil dari nama kota ‘Much Wenlock’ di Shropshire, dan kata ‘Mandeville’ diambil dari nama ‘Stoke Mandevill’, yang merupakan sebuah desa di Buckinghamshire.
Panitia Olimpiade London 2012 menjelaskan, Wenlock memakai cincin Olimpiade dalam bentuk gelang persahabatan, dan kepalanya terbentuk dalam bentuk podium medali. Mandeville adalah kepala berbentuk seperti helm sepeda balap. Masing-masing maskot memiliki satu mata di tengah-tengah wajahnya, yang diklaim sebagai sebuah lensa kamera yang akan menangkap pengalaman mereka dalam perjalanan ke 2012.
Nama Wenlock juga bisa diartikan dalam bahasa Irlandia yang berarti ‘Biara Suci’ (Holy Monastery) yang biasanya digunakan untuk penamaan anak laki-laki. Sementara Mandeville mengandung arti ‘Kota Besar’. Sehingga jika nama kedua maskot itu digabungkan bakal menjadi ‘Anak Laki-laki dari Biara Suci di Kota Besar’. Londonkah kota besar yang dimaksud?
Namun, yang jelas, simbol, logo dan maskot tersebut dipamerkan pada upacara pembukaan Olimpiade London 2012, Sabtu (28/7) dini hari WIB yang menjadi ajang pamer simbol ‘si Mata Satu’. Bersambung.

Rabu, 25 Juli 2012

Kisah Unik Abu Hurairah

Kisah Unik Abu Hurairah (klik di sini)

.Hikmah Bulan Ramadhan


Hikmah Bulan Ramadhan
Hikmah pertama, di bulan Ramadhan, kita melatih diri untuk disiplin waktu. Kita dilatih untuk tepat waktu dan sesuai jadwal. Sebelum imsa’ kita harus bangun, menyiapkan dan makan sahur, waktu subuh kita sholat, waktu terbenam matahari kita berbuka, setelah itu kita sholat tarawih, dan seterusnya. Semua kita lakukan pada waktunya sehingga bisa dianggap kita telah dilatih untuk disiplin waktu.
Hikmah kedua adalah melatih kita untuk seimbang dunia dan akhirat. Jika pada bulan lalu kita sering melalaikan Allah untuk hal-hal yang bersifat duniawi, ini saatnya kita menata diri dalam beribadah kepadaNya, supaya tercapai keseimbangan dunia dan akhirat. Ibadah dan pekerjaan dunia haruslah seimbang, sehingga kita menjadi manusia yang seutuhnya.
Hikmah ketiga adalah mengajarkan kepada kita pentingnya tali silaturrahim dan ukhuwah islamiyah. Banyak orang bersedekah, memberikan takjil, belajar banyak ilmu tanpa membayar sepeserpun, saling bercengkerama dan lain sebagainya.
Hikmah keempat adalah ikut merasakan apa yang dirasakan oleh orang yang tak berpunya. Kita tentu merasa lapar dan dahaga, mengingatkan kita betapa menyedihkannya nasib orang yang tidak berpunya. Mungkin kita hanya beberapa jam saja, lalu kita bisa berbuka puasa (mungkin dengan makanan yang lezat), sedangkan mereka yang miskin tak berpunya bisa saja puasa sepanjang siang dan malam. Tentu ini membuat kita menjadi lebih bersyukur kepada Allah atas semua nikmat yang diberikanNya.
Hikmah kelima adalah melatih diri menghindari dosa. Kesungguhan niat dalam ibadah di bulan Ramadhan ditunjukkan dalam niat berpuasa yang melatih diri kita untuk menghindari dosa-dosa di luar bulan Ramadhan seperti ghibah dan maksiat. Seharusnya setelah ini kita terbiasa untuk menghindari dosa-dosa tersebut.
Hikmah keenam adalah melatih diri untuk berhati-hati dalam bertindak dan berkata-kata. Apalagi jika itu mengandung dosa. Kita juga dilatih bahwa hidup ini harus punya nilai ibadah, selain menghindari dosa. Menyingkirkan duri dan batu dari jalan, tersenyum pada orang lain bahkan hingga tidur pun dianggap ibadah.
Hikmah ketujuh adalah mengajarkan kepada kita untuk sabar menghadapi cobaan. Mungkin diantara kita ada yang diuji dengan fitnah, hinaan atau apapun itu, namun kita bisa tetap sabar karena kita sedang puasa. Dengan demikian usaha syaitan memperuncing konflik menjadi gagal karena kita bersabar.
Demikian tujuh dari sekian banyak hikmah bulan Ramadhan bagi kita semua. Di sini penulis hanya menunjukkan bahwa Ramadhan itu penting bagi manusia. Sungguh merugi sekali orang-orang yang melewatkan Ramadhan, yakni mereka yang menjalani Ramadhan tanpa mendapatkan hikmah apapun. Semoga kita senantiasa dalam lindungan dan rahmat Allah SWT. Aamiin

Minggu, 08 Juli 2012

Tertipu Sandal Ajaib

Tertipu Sandal Ajaib: Sudah hampir mendekati akhir bulan, namun kisah abu nawas belum memposting satupun tentang sosok Abunawas. Kiranya hampir terlupakan sob.
Namun pada akhirnya Kisah Abunawas hadir kembali dengan kisah-kisah lucunya.

Ada-ada saja ulah Abu nawas ini, tapi maksud dan tujuannya sebenarnya baikm yaitu menyadarkan orang-orang kaya yang sekampung dengannya agar selalu ingat kepada Alloh SWT. Agar mereka sadar dari perbuatan untuk memperkaya diri sendiri dengan cara apapun.

Nah, ide cemerlangnya kali ini adalah sebuah sandal ajaib.
Berkat sandal ajaib ini, akhirnya salah seorang diantara mereka bertobat kepada Allah SWT.

Berikut Kisahnya.
Kampung tempat tinggal Abu Nawas lama kelamaan membuatnya merasa tak nyaman karena saking banyaknya umat Islam yang menumpuk-numpuk harta dengan menghalalkan segala cara. Otomatis hal ini membuat Abu Nawas gusar, karena sebagai seorang ulama, Abu Nawas berfikir bahwa hal itu bertentangan dengan ajaran islam.

Untuk menghentikan perbuatan buruk tersebut, Abunawas memutar otak mencari ide yang tepat untuk menyadarkan banyak orang.
Setelah berpikir panjang, akhirnya ia menemukan ide cemerlang yaitu ide sandal ajaib. Dengan mengambil peralatan sederhana, berangkatlah ia ke pasar untuk gelar tikar menjual sandal-sandal.

"Sandal ajaib...sandal ajaib....sandal ajaib," kata Abunawas berkali-kali di pasar.
Sesaat kemudian muncullah salah seorang pemuda yang melihat-lihat barang dagangannya.
"Silahkan Tuan, mau mencari apa?" tanya Abunawas.
"Saya ingin mencari sandal yang bisa merubah hidupku yang miskin ini," jawab pemuda itu.
"Apa maksud Tuan?" tanya Abunawas lagi.
"Saya ini sudah lama hidup miskin dan ingin sekali kaya raya. Saya ingin membeli barang yang bisa memberikan saya keberuntungan," kata pemuda itu.

Sandal Ajaib.
Sejurus kemudian Abunawas menunjukkan salah satu sandal ajaibnya. Ia mengatakan bahwa sandal itu akan membikin penggunanya dari tak punya menjadi orang yang punya. Karena tertarik, pembeli itu akhirnya jadi juga membeli sandal ajaib itu dengan harga yang lumayan mahal.

Si pemuda langsung saja memakai sandal ajaib itu berkeliling kampung dengan harapan semoga keberuntungan segera berpihak kepadanya. Akan tetapi, harapannya tak kunjung terwujud. Jangankan keberuntungan, si pemuda malah dikira pencuri di kampung tersebut. Untung saja para warga tak sampai menghakiminya.

Karena merasa tertipu, pemuda itu kembali lagi menemui Abu Nawas untuk protes.
"Assalamu'alaikum..." sapa pemuda itu.
"Wa'alaiukm salam..., eh ternyata Tuan, bagaimana kabar Tuan?" tanya Abu Nawas.
"Kabar jelek. Aku selalu ditimpa kemalangan gara-gara sandal ini. Padahal dulu engkau mengatakan kalau sandal ini bisa mendatangkan keberuntungan, bisa menjadi kaya dan terkenal, tapi mana buktinya?" protes si pembeli.

"Seingat saya, saya tidak pernah mengatakan seperti itu Tuan?" sergah Abu Nawas.
"Saya hanya mengatakan bahwa bila Tuan pada mulanya orang yang tidak punya, maka dengan membeli sandal ini Tuan akan menjadi orang yang punya. Buktinya sekarang Tuan sudah memiliki sandal ajaib ini," kata Abu Nawas.

Pembeli Bertobat.
Begitu mendengar penuturan Abunawas, pemuda itu hanya bisa diam, ia menyadari bahwa dirinya sedang salah tafsir.
"Lalu mengapa engkau mengatakan bahwa sandal ini ajaib?" tanya pembeli.
"Karena merk sandal ini adalah ajaib, sandal ajaib," jawab Abunawas.

Akhirnya pemuda itu pergi begitu saja tanpa sepatah katapun.
"Tunggu Tuan, saya ingin mengatakan sesuatu kepada Tuan. Mungkin saja akan ada manfaatnya," kata Abu Nawas.

"Jangan percaya kepada barang ajaib, karena percaya pada sesuatu selain Allah SWT bisa membuat kita syirik dan akan mendapatkan kesusahan di dunia dan akhirat kelak. Buktinya sebagaimana yang Tuan alami ini, oleh karena itu, segeralah bertobat kepada Alloh SWT," kata Abu Nawas.

Mendengar penuturan Abu Nawas, sepertinya pemuda itu menyadari kesalahannya. Ternyata banyak sekali hal-hal yang bisa membawa kepada perbuatan yang dimurkai Allah SWT.
Mulai saat itulah ia bertobat kepada Allah SWT.

Raja Nyaris Terbunuh

Raja Nyaris Terbunuh: Kisah Abu Nawas di malam hari ini akan mengisahkan tentang Abu Nawas yang berhasil menyerahkan Baginda Raja untuk dipotong lehernya kepada para tukang bubur kampung Badui.

Bagaimana Kisahnya.
Berikut Kisahnya.
Pada suatu hari, Abu Nawas berjalan-jalan hingga ke kampung Badui di daerah gurun jauh dari kota tempat tinggalnya.
Sesampainya di tempat tersebut, ditemuinya ada beberapa orang yang sedang memasak bubur, susananya ramai sekali.

Tanpa disadarinya, ia ditangkap oleh orang-orang itu dan dibawa ke rumah mereka untuk disembelih.

"Kenapa aku ditangkap?" tanya Abunawas.
"Wahai orang asing, setiap orang yang lewat di sini pasti akan kami tangkap, kami semebelih seperti kambing dan dimasukkan ke belanga bersama adonon tepung itu. Inilah pekerjaan kami dan itulah makanan kami sehari-hari," jawab salah seorang dari mereka sambik menunjuk ke belanga yang airnya mendidih.

Abu Nawas ketakutan juga, namun meski keadaan sedang terjepit, dia masih sempat berpikir jernih.
"Kalian lihat saja, badanku kurus kering, jadi dagingku tak banyak, kalau kalian mau besok aku bawakan temanku yang badannya gemuk sehingga bisa kalian makan untuk lima hari lamanya. Aku janji, maka tolong lepaskan aku," pinta Abu Nawas.

Karena janjinya itu, Abunawas akhirnya dilepaskan.

Leher dipotong.
Di sepanjang jalan Abu Nawas berpikir keras untuk menemukan siasat agar dirinya berhasil membawa teman yang gemuk. Terlintas olehnya Baginda Raja.
"Seharusnya Raja tahu akan berita yang tidak mengenakkan ini, dan alangkah baiknya kalau Baginda Raja mengetahui sendiri," gumannya dalam hati.

Abu Nawas segera saja masuk ke dalam istana untuk menghadap Raja.
Dengan berbagai bujuk rayu, akhrinya Abunawas berhasil mengajak Baginda Raja ke kampung badui tersebut.

Sesampainya di kampung badui tersebut, si pemilik rumah tanpa banyak bicara langsung saja menangkapnya. Abu nawas segera meninggalkan tempat itu dan dalam hati dia berpikir,
"Bila Raja pintar, pasti niscaya dia akan bisa membebaskan diri. Tapi kalau bodoh, akan matilah ia karena akan disembelih orang jahat itu."

Sementara itu, didalam rumah Baginda tidak menyangka akan disembelih.
Dengan takutnya dia berkata,
"Jika membuat bubur, dagingku ini tidaklah banyak karena banyak lemaknya. Tapi jika kalian izinkan, kalian akan aku buatkan peci kemudian dijual yang harganya jauh lebih mahal ketimbang harga buburmu itu."

Akhirnya mereka menyetujuinya.
Baginda telah beberapa hari tidak terlihat di istananya, ia bekerja keras untuk membuat peci untuk orang badui itu. Namun pada akhirnya beberapa ke depan Baginda dibebaskan oleh para pengawalnya.

Hukuman untuk Abunawas.
Setelah Baginda dibebaskan, barulah Abu Nawas dipanggil untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatannya.
Abunawas dianggap telah mempermalukan rajany di muka rakyatnya sendiri.

"Wahai Abu Nawas, engkau ini benar-benar telah mempermalukan aku, perbuatanmu sungguh tidak pantas dan kamu harus dibunuh," ujar Raja Harun geram.
"Ya Tuanku, sebelum hamba dihukum, perkenankan hamba menyampaikan beberapa hal," kata Abu Nawas membela diri.
"Baiklah, tetapi kalau ucapanmu salah, niscaya engkau akan dibunuh hari ini juga," ujar Baginda Raja.

"Wahai Tuanku, alasan hamba menyerahkan kepada si penjual bubur itu adalah ingin menunjukkan kenyataan di dalam masyarakat negeri ini kepada paduka. Karena semua kejadian di dalam negeri ini adalah tanggung jawab baginda kepada Allah SWT kelak. Raja yang adil sebaiknya mengetahui perbuatan rakyatnya," kata Abu Nawas.

Setelah mendengar ucapan Abu Nawas yang demikian, hilanglah rasa amarah baginda Raja. Dalam hati beliau membenarkan ucapan Abunawas tersebut.
"Baiklah, engkau aku ampuni atas semua perbuatanmu dan jangan melakukan perbuatan seperti itu lagi kepadaku," tutur baginda raja.